February 29, 2024

We are creating some awesome events for you. Kindly bear with us.

Eksklusif! Mengadopsi Generative AI: Mentransformasi Pelayanan Finansial yang Efisien dan Produktif

Pemerintah memprioritaskan negaranya untuk bertransformasi menjadi pemimpin dalam ekonomi digital yang memiliki PDB tinggi. Strategi mereka berpusat pada pemanfaatan teknologi guna meningkatkan produktivitas, mendorong inklusivitas, serta merangsang inovasi. Pendekatan ini melibatkan dan memastikan kemajuan digital mencapai semua lapisan masyarakat, meningkatkan daya saing perusahaan, dan menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan usaha-usaha inovatif.

Seperti yang telah diakui, bahwa kecerdasan buatan (AI) berkembang cepat di seluruh dunia. Seperti misalnya industri jasa keuangan Malaysia sedang proaktif beralih ke AI generatif untuk tetap bersaing. Dengan merangkul teknologi transformatif ini, negara Malaysia dapat berpotensi untuk mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, dan sektor ekonomi.

Menurut IBM, meskipun adopsi AI semakin meningkat, hanya 35% perusahaan yang telah mengintegrasikannya ke dalam sistem organisasi. Akan tetapi, ketika mengorganisasikan Generative AI, industri jasa keuangan justru mengalami peningkatan signifikan. Dalam lingkup keuangan sendiri, Generative AI lebih difokuskan pada pembuatan data atau konten baru berdasarkan pola yang sudah dibentuk dari data yang sudah ada.

Industri jasa keuangan menyadari bahwa dengan dampak transformatif Generative AI, termasuk penciptaan konten yang dipersonalisasikan dan proses yang lebih efisien, dapat lebih merangkul inovasi untuk pertumbuhan masa depan, peningkatan produktivitas, dan pemenuhan peluang bagi industri ini.

Namun, industri jasa keuangan menghadapi tantangan, mirip dengan sektor lainnya, dalam mengubah proyek Generative AI dari tahap uji coba menjadi produksi yang sukses dengan hanya sebagian yang mencapai hasil yang diinginkan.

Untuk mengadopsi Generative AI dengan efektif, industri keuangan harus memiliki kemampuan untuk memahami proses pengambilan keputusan dari model AI dan mengomunikasikannya dengan efektif kepada regulator, pelanggan, dan pemangku kepentingan internal. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerapan Generative AI mematuhi regulasi dan standar yang berlaku serta dapat dipahami oleh semua pihak yang terlibat. Dalam konteks ini, sistem AI yang transparan dan dapat diinterpretasi sangat penting karena membantu dalam membangun kepercayaan.

Sistem AI yang transparan dan dapat diinterpretasi memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan karena memungkinkan pengguna memahami bagaimana AI mencapai keputusannya, sehingga mereka dapat memvalidasi hasilnya dan memiliki keyakinan dalam keandalan teknologi tersebut.

Sistem-sistem ini juga memudahkan kepatuhan terhadap peraturan dengan menyediakan proses yang dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan, memastikan bahwa aplikasi AI mematuhi aturan dan standar yang dibutuhkan.

OpenGov Breakfast Insight yang telah diselenggarakan pada tanggal 7 November 2023 di Sheraton Imperial Kuala Lumpur Malaysia mengusung tema pengadopsian Generative AI dalam industri keuangan untuk kelancaran kinerja. Acara ini mengundang berbagai pemimpin fintech untuk berdiskusi terkait pengimplementasian Generative AI, mengeksplorasi potensi inovasi yang dapat dihadirkan oleh teknologi ini dalam industri keuangan. Para pemimpin fintech ini telah berkumpul untuk berbagi pandangan dan pengalaman mereka tentang bagaimana Generative AI dapat merangsang pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi di sektor keuangan.

Salam Pembuka

Mohit Sagar∶ Mengadopsi mindset berbasis AI adalah kunci untuk mencapai kesuksesan organisasi

Mohit Sagar, CEO dan Kepala Redaktur OpenGov Asia mengakui bahwa Generative AI memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas dan performa keuangan. Bukan hanya itu, AI juga mampu membantu pemangku kebijakan dalam pengambilan keputusan yang akurat, mengoptimasi kepuasan pelanggan dan memecahkan permasalahan yang sulit di dunia keuangan dan investasi.

“Dengan mengombinasikan Generative AI, kita dapat membuka peluang dan solusi dalam pelayanan keuangan yang sebelumnya belum pernah ada,” jelas Mohit. “Banyak contoh pencapaian percepatan ekonomi dan produktivitas melalui penggunaan AI”

Laporan-laporan menunjukkan bahwa di Malaysia – sebagian besar jam kerjanya – sekitar 50%, dihabiskan untuk pekerjaan repetitif yang dapat diotomatisasi. Melalui pengimplementasian AI untuk menyederhanakan perkerjaan repetitif tersebut, sehingga tenaga, waktu, dan biaya dapat dialokasikan ke dalam pekerjaan yang lebih substansial. Tentunya, hal ini dapat menciptakan lingkuan yang efisien dan terarah.

Pada kesempatan itu pula, Mohit mengungkapkan bahwa pada tahun 2030, akan terjadi potensi terciptanya 6.000.000 peluang pekerjaan baru di Malaysia. Hal ini didorong oleh integrasi otomatisasi berbasis AI. Dia menekankan bahwa tren transformatif ini akan mendefinisikan ulang terkait lanskap pekerjaan, khususnya permintaan dan penawaran dalam keahlian-keahlian baru, serta menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan kepada seluruh angkatan kerja.

Mohit berpendapat bahwa di tengah persaingan global yang semakin meningkat, organisasi harus terus berinovasi guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Lagi-lagi Mohit menyoroti bahwa Generative AI dapat meningkat produktivitas yang sebelumnya belum tercapai melalui otomatisasi, optimisasi, dan pengambilan keputusan berdasarkan data.

Baginya, Generative AI memiliki peran penting di sektor keuangan. Ia menjaelaskan alasan dengan menyebutkan dua factor sekaligus. Pertama, pengintegrasian dengan Generative AI dapat meningkatkan dan memperkuat operasi internal organisasi, mempercepat efisiensi, menciptakan proses yang lebih terstruktur, dan dapat mengalokasi sumber daya yang efektif. Pada saat yang sama,  Generative AI memainkan peran kunci dalam melakukan analisis pasar, memungkinkan lembaga keuangan untuk mendapatkan insight terkait market trend, perilaku pelanggan, dan peluang-peluang baru.

“Namun, untuk berhasil mengintegrasikan Generative AI, organisasi pelayanan keuangan harus memiliki fokus yang jelas dan terukur,” tekan Mohit. “Mengadopsi pola pikir berbasis AI yang aman (cybersecurity) dan tidak bias adalah kunci untuk mencapai keberhasilan ini ini, dan salah satu Generative AI yang dapat digunakan sektor keuangan adalah Large Language Models (LLMs),” pungkasnya.

Large Language Models (LLMs) adalah Generative AI (model Bahasa) yang memiliki kemampuan luar biasa untuk memahami, menghasilkan, dan memanipulasi teks dalam berbagai bahasa. Mereka mampu melakukan tugas yang berhubungan dengan bahasa namun tidak terbatas pada terjemahan teks, pembuatan teks kreatif, dan fungsi dasar linguistik lainnya.

Walaupun Generative AI seperti LLMs sudah mulai atau akan diterapkan, Mohit menekankan betapa pentingnya menjaga keamanan siber di sektor keuangan. Di tengah kemajuan teknologi, risiko yang terkait dengan keamanan siber semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih. “Ketika kita berbicara tentang transformasi digital dan penggunaan teknologi AI seperti Generative AI, penting untuk selalu diingat bahwa keamanan tetap menjadi salah satu pilar utama yang mendukung perkembangan ini,” ungkap Mohit. “Tanpa keamanan yang kuat, manfaat dari teknologi ini dapat dengan mudah terancam,” lanjutnya.

Ancaman seperti serangan siber dan pencurian informasi keuangan terus mengintai, sehingga kewaspadaan yang kuat dan langkah-langkah keamanan yang solid menjadi sangat penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan dalam sistem keuangan. Organisasi keuangan harus mengutamakan keamanan siber sebagai bagian yang tak terpisahkan dari transformasi digital mereka. Ini mencakup investasi dalam sistem keamanan yang canggih, pelatihan karyawan dalam kesadaran keamanan siber, dan kesiapan untuk menghadapi ancaman siber yang mungkin muncul kapan pun.

Dalam perkembangan lanskap keuangan yang terus berubah, adopsi teknologi AI bukan hanya sebuah opsi, melainkan sebuah keharusan. Potensi terciptanya jutaan pekerjaan baru, bersama dengan berbagai peluang untuk inovasi dan kemajuan, menyoroti dampak positif yang dapat dimiliki AI terhadap masa depan dunia kerja. “Sebenarnya, kita memiliki kendali untuk merevolusi sektor layanan keuangan. Melalui pengadopsian Generative AI yang aman, lembaga keuangan dapat memimpin dalam membentuk masa depan yang inovatif, inklusif, dan adil dalam sektor keuangan,” simpulnya.

Welcome Address

Catherine Lian∶ Generative AI bukan hanya alat produktivitas, tetapi juga katalisator inovasi

Catherine Lian, the Managing Director and Technology Leader di IBM Malaysia menyadario bahwa peran Generative AI dalam sektor keuangan, cukup berhasil menunjukkan signifikansi perubahan kea rah yang lebih baik. IBM memahami bahwa teknologi berperan penting untuk membantu sektor keuangan dalam mencapai produktivitas dan inovasi. Melalui Generative AI, IBM berkomitmen untuk menawarkan inovasi-novasi solutif guna membantu sektor finansial melalui integrase Generative AI.

IBM mengakui terkait tantangan dan peluang yang dihadapi oleh industri keuangan dalam mengadopsi Generative AI. Mereka berkomitmen untuk bekerja sama dengan organisasi keuangan untuk mengatasi hambatan-hambatan ini melalui teknologi Generative AI. IBM melihat Generative AI bukan hanya alat alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi Generative AI juga berperan sebagai pendorong inovasi yang memungkinkan lembaga keuangan beradaptasi dan berkembang di era Industri 4.0.

Lebih jauh, Catherine tidak bosan-bosannya menekankan pentingnya kualitas dan keamanan data sebagai prioritas utama bagi bank-bank di Malaysia. Di lanskap keuangan yang didorong oleh data saat ini, memastikan integritas dan kerahasiaan data keuangan menjadi perhatian utama. Kualitas data tidak hanya memengaruhi keandalan proses pengambilan keputusan tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan.

Kekurangan para ahli di bidang data yang dihadapi bank-bank di Malaysia merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian segera. Catherine meyakini bahwa kolaborasi merupakan solusi untuk menjawab  tantangan ini. Baginya, melalui kolaborasi yang kuat, bank-bank dapat mengatasi kekurangan tenaga ahli di bidang data dengan lebih efektif. Ini mencakup kerja sama dengan universitas dan lembaga pendidikan untuk menciptakan program pendidikan yang mendorong pertumbuhan generasi berikutnya ahli data.

Selain itu, dia memandang inisiatif akselerator sebagai alat yang berharga dalam mengatasi kekurangan ini. Dengan melibatkan akselerator, bank-bank dapat mendukung startup dan perusahaan teknologi yang fokus pada analisis data, sehingga menciptakan ekosistem yang lebih kaya dengan bakat di bidang data. Dengan demikian, bank-bank dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dan berinvestasi dalam sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung transformasi data mereka.

“Selain itu, kita juga perlu mengatasi akumulasi utang teknis yang telah terjadi selama bertahun-tahun, yang disebabkan oleh proses merger, akuisisi, dan kelangsungan penggunaan sistem warisan di sektor perbankan,” pungkas Catherine. Baginya,  ini adalah tantangan yang tak bisa diabaikan, dan memerlukan fokus strategis pada investasi teknologi yang cerdas untuk menjaga keunggulan kompetitif bank-bank. Dengan kata lain, bank-bank perlu secara cermat mempertimbangkan bagaimana mereka dapat memodernisasi infrastruktur mereka agar tetap relevan dan efisien dalam lingkungan perbankan yang terus berubah.

Catherine menyoroti perkembangan menarik di mana perusahaan telekomunikasi dan lembaga keuangan yang fokus pada layanan digital eksklusif semakin masuk ke ranah perbankan tradisional. Tren ini mencerminkan perubahan lanskap layanan keuangan, di mana pemain non-tradisional mengandalkan keunggulan teknologinya untuk menawarkan layanan yang mirip dengan yang ditawarkan oleh lembaga perbankan yang sudah mapan. Dalam konteks di mana batasan antara sektor telekomunikasi dan layanan keuangan semakin kabur, bank-bank tradisional dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi dengan cepat demi menjaga kelangsungan dalam ekosistem yang terus berubah ini.

“Pemain-pemain baru ini—yang tidak terbebani oleh masalah utang teknis—dapat berinovasi dengan cepat dan memberikan pengalaman yang lebih baik,” ungkap Catherine. “Gangguan ini mendorong bank-bank tradisional untuk mempercepat adopsi teknologi baru, termasuk AI, guna tetap bersaing.”

Pemindahan dana dan aset  yang terus berlangsung dari generasi yang lebih tua ke generasi yang lebih muda memiliki dampak signifikan terhadap perubahan prioritas dalam industri perbankan. Dengan Generasi X dan Milenial yang bersiap untuk menerima dana dan aset, penting bagi bank-bank untuk menyesuaikan layanan mereka agar sesuai dengan preferensi generasi yang terbiasa dengan teknologi.

Perubahan demografis ini menekankan kebutuhan mendesak bagi bank-bank untuk merangkul transformasi digital dan menciptakan pengalaman perbankan yang memenuhi ekspektasi serta gaya hidup digital generasi penerus, yang sebagian besar dianggap sebagai individu yang mahir dalam teknologi.

Dengan tingkat kenyamanan pelanggan yang semakin meningkat dalam menggunakan interface digital, para perbankan di Malaysia ditantang untuk mempercepat upaya digitalisasi mereka dan memastikan layanan keuangan mereka dapat diakses melalui platform seluler. Agar dapat berhasil mengimplementasikan Generative AI, Catherine menyarankan langkah-langkah penting berikut:

1.Memiliki Data Berkualitas Tinggi: Pastikan data yang akurat, terorganisir, dan aman guna mencapai keberhasilan AI yang efektif.

2.Kolaborasi: Berkolaborasi dengan mitra teknologi berpengalaman dapat mengoptimalkan implementasi Generative AI di sektor keuangan dan perbankan.

  1. Berfokus pada Manfaat: Utamakan manfaat (value) potensial yang dapat diberikan oleh AI, seperti dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik melalui efisiensi operasional.

4.Kustomisasi: Sesuaikan solusi AI dengan tantangan dan peluang baru di sektor perbankan Malaysia.

5.Kepatuhan Regulasi: Terus memantau perubahan regulasi untuk memastikan privasi dan keamanan data dalam lanskap siber.

Dengan mengikuti panduan-panduan ini, bank-bank di Malaysia dapat lebih efisien mengintegrasikan Generative AI dalam operasional mereka, mengatasi tantangan teknologi, dan pada akhirnya memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Hal ini tidak hanya akan membantu mereka untuk tetap bersaing dalam lingkungan perbankan yang dinamis, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan sektor keuangan secara keseluruhan,” tutup Catherine dengan optimis

Technology Insights

John Duigenan∶  Kolaborasi antara lembaga keuangan dan teknologi dapat mengoptimalisasi Generative AI

John Duigenan, the Global Leader for the Financial Services Industry di IBM, menyoroti bahwa melalui pengadopsian Generative AI di sektor keuangan dapat memberikan prospek substansial bagi bank dan lembaga keuangan guna meningkatkan operasional yange fisien, meningkatkan kualitas layanan pelanggan, dan memberikan pengalaman yang lebih personal kepada pelanggan. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa Generative AI memiliki potensi besar untuk mendukung sektor keuangan dalam mengidentifikasi ancaman keamanan, mendeteksi aktivitas mencurigakan, dan menganalisis data transaksi nasabah secara detail. Dengan kemampuannya dalam menciptakan dan menganalisis pola, Generative AI dapat digunakan untuk menyusun dan menganalisis risiko dan peluang dengan lebih cepat dan akurat.

Dalam bidang customer service misalnya, Generative AI memiliki potensi untuk membantu perbankan untuk memahami preferensi pelanggan dan memberikan rekomendasi personal berdasarkan profil dan kebutuhan mereka. Hal ini dengan demikian dapat menciptakan kepuasan pelanggan itu sendiri.

Menurut John, penggunaan Generative AI dalam customer service tidak hanya akan meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga dapat membantu bank untuk meningkatkan efisiensi operasional. Dengan adopsi Generative AI, bank dapat memproses permintaan pelanggan dengan lebih cepat dan lebih efisien, yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya operasional.

Untuk mempercepat kemajuan perbankan melalui integrase Generative AI, John juga menekankan pentingnya mendorong kolaborasi antara bank, lembaga keuangan, dan teknologi untuk merealisasikan potensi Generative AI. Dengan dukungan bersama dari berbagai pemangku kepentingan, sektor keuangan Malaysia dapat membuka kebermanfaatan dari kemajuan teknologi ini.

IBM sendiri telah mengambil langkah proaktif untuk mendukung industri keuangan Malaysia dalam mengadopsi Generative AI. Mereka telah menyediakan solusi dan layanan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan sektor keuangan, termasuk integrasi Generative AI. Organisasi ini juga aktif dalam memberikan edukasi dan pelatihan kepada pekerja di sektor keuangan agar memahami dan mengoptimalkan teknologi Generative AI. Melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola Generative AI, bank dan lembaga keuangan di Malaysia dapat lebih efektif mengintegrasikan teknologi ini dalam operasional mereka.

Selain itu, IBM berkomitmen untuk menjaga keamanan data pelanggan dan privasi sebagai prioritas utama. Mereka selalu memantau perkembangan regulasi dan memastikan implementasi Generative AI mematuhi standar keamanan dan privasi yang berlaku. Kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk bank, regulator, dan penyedia teknologi, memainkan peran penting dalam memastikan penggunaan Generative AI yang efektif dan sesuai dalam sektor keuangan. Pendekatan ini membantu membangun pemahaman bersama tentang regulasi dan standar keamanan, memfasilitasi integrasi Generative AI yang bertanggung jawab dalam operasional keuangan sambil mengurangi risiko potensial.

IBM mendorong komitmen bersama terhadap perlindungan data dan kepatuhan regulasi, yang pada akhirnya meningkatkan kemampuan industri dalam memanfaatkan potensi penuh Generative AI demi keuntungan semua pihak yang terlibat.

Pada bagian tersebut, IBM sebagai pemimpin industri teknologi di Malaysia, siap memberikan dukungan berkelanjutan kepada sektor keuangan Malaysia dalam pengadopsian Generative AI. Selain menawarkan solusi teknologi mutakhir, IBM berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan dukungan yang diperlukan bagi bank dan lembaga keuangan agar dapat mengintegrasikan Generative AI ke dalam operasional mereka dengan lancar dan efektif, mendorong inovasi dan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

“Dengan dukungan dari perusahaan seperti IBM, sektor keuangan Malaysia dapat lebih percaya diri dalam mengadopsi Generative AI dan melangkah menuju masa depan yang lebih cerah dalam hal inovasi, efisiensi, dan layanan pelanggan,” simpul John.

Power Talk

Ahmad Fairuz Ali∶ Generative AI membantu memberikan rekomendasi untuk merancang strategi

Ahmad Fairuz Ali, Head of Data Analytics COE (DAC), Bank Islam Malaysia Berhad, menekankan pengimplementasian integrasi sukses Generative AI dan transformasi digital ke dalam operasi mereka melalui sejumlah inisiatif utama.

Salah satunya adalah implementasi chatbot yang didukung oleh Generative AI. Chatbot  yang diberi nama “BIMBA” dirancang untuk meningkatkan interaksi dan dukungan nasabah. BIMBA menggunakan Generative AI untuk memahami dan merespons pertanyaan nasabah dengan interaksi yang mirip manusia, memberikan bantuan yang efisien dan personal tanpa henti. Inisiatif ini telah secara signifikan meningkatkan layanan nasabah melalui efisiensi waktu dan peningkatan kepuasan secara keseluruhan.

Proyek lain melibatkan penggunaan Generative AI untuk penilaian risiko dan deteksi penipuan. Dengan menganalisis dataset yang luas, model Generative AI membantu mengidentifikasi dan mengurangi potensi risiko dengan lebih efektif. Hal ini tidak hanya meningkatkan langkah-langkah keamanan, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas keseluruhan layanan keuangan.

“Dalam hal menyusun visi keseluruhan kami, kami telah mengadopsi pendekatan yang berpusat pada nasabah. Visi kami adalah memanfaatkan Generative AI dan transformasi digital untuk menciptakan pengalaman perbankan yang mulus dan personal untuk nasabah kami,” kata Ahmad. Mereka memastikan bahwa inisiatif-inisiatif ini sejalan dengan nilai-nilai inti kepercayaan, transparansi, dan efisiensi. Dia juga menekankan kerjasama dan pembelajaran berkelanjutan agar tim mereka selalu terkini dengan kemajuan terbaru di bidang kecerdasan buatan dan tren digital.

“Visi kami di Bank Islam Malaysia Berhad adalah memimpin penyediaan layanan keuangan inovatif yang berfokus pada nasabah, dan Generative AI memainkan peran kunci dalam mencapai visi ini,” ungkap Ahmad.

Dalam perannya sebagai Kepala Pusat Keunggulan Analisis Data di Bank Islam Malaysia Berhad, memanfaatkan Generative AI adalah bagian penting dari strategi mereka untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Generative AI telah menjadi bagian penting dalam meningkatkan analisis pasar keuangan dan mengoptimalkan sumber daya.

“Salah satu cara kami menggunakan Generative AI adalah dengan mengotomatisasi proses analisis pasar keuangan. Kami telah mengembangkan model kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan analisis prediktif dan perkiraan untuk pasar keuangan,” kata Ahmad. “Model-model ini menganalisis jumlah data pasar, tren sejarah, dan faktor-faktor eksternal, memungkinkan kami untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi. Hal ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan akurasi analisis pasar kami,” lanjutnya.

Ahmad menambahkan bahwa Generative AI juga telah digunakan dalam optimisasi sumber daya. Misalnya, mereka menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk menghasilkan jadwal yang dioptimalkan untuk operasi cabang mereka. Algoritma-algoritma ini mempertimbangkan berbagai faktor, seperti jumlah nasabah yang datang, tingkat staf, dan volume transaksi.

Dengan mengotomatisasi proses ini, mereka dapat memastikan bahwa cabang-cabang mereka memiliki jumlah staf yang cukup selama jam sibuk sambil mengoptimalkan alokasi sumber daya selama periode yang lebih sepi. Optimisasi sumber daya ini telah mengarah pada penghematan biaya dan peningkatan efisiensi secara keseluruhan.

Selanjutnya, Generative AI telah diterapkan dalam pengembangan produk keuangan yang disesuaikan. Dengan menganalisis data nasabah dan perilaku keuangan, mereka dapat menghasilkan rekomendasi produk yang disesuaikan. “Misalnya, Generative AI membantu kami menyarankan portofolio investasi atau rencana tabungan yang disesuaikan untuk nasabah kami.

Personalisasi ini tidak hanya meningkatkan kepuasan nasabah, tetapi juga menggerakkan pertumbuhan pendapatan,” tegas Ahmad. Generative AI memainkan peran kunci dalam upaya mereka untuk menyederhanakan analisis pasar keuangan dan mengoptimalkan alokasi sumber daya. “Ini memberdayakan kami untuk mengambil keputusan berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan layanan keuangan yang personal kepada nasabah kami, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan dan keberhasilan Bank Islam Malaysia Berhad,” simpul Ahmad.

Dominic Yew∶ Menggunakan Generative AI dapat meningkatkan efisiensi

Dominic Yew, CISO & Head of Information Security and Digital Risk Management, OCBC Bank (Malaysia) Berhad, membagikan inisiatif-inisiatif yang telah mereka strukturkan dalam visi komprehensif untuk meningkatkan keamanan siber mereka dan efisiensi operasional secara keseluruhan.

“Salah satu proyek kunci adalah integrasi Generative AI ke dalam kerangka keamanan siber kami. Kami telah mengembangkan model kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan intelijen ancaman prediktif, memungkinkan kami untuk secara proaktif mengidentifikasi potensi risiko keamanan,” lanjut Dominic.

Model-model ini menganalisis beragam sumber data, termasuk lalu lintas jaringan, log, dan aliran intelijen ancaman eksternal. Dengan mengotomatisasi deteksi dan analisis ancaman, mereka telah secara signifikan mengurangi waktu tanggapan terhadap ancaman siber yang muncul.

Demikian pula, mereka juga telah menerapkan Generative AI dalam upaya mendeteksi dan pencegahan penipuan. Melalui penganalisisan data transaksi, perilaku pengguna, dan pola penipuan sejarah, mereka dapat menghasilkan model yang mengidentifikasi aktivitas yang berpotensi curang secara real-time. Ini telah menjadi instrumen penting dalam mengurangi kerugian akibat penipuan dan meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap layanan digital mereka.

“Kami telah mengintegrasikan Generative AI untuk meningkatkan pengalaman nasabah. Salah satu proyek yang mencolok melibatkan pengembangan chatbot yang didukung oleh Generative AI,” lanjut Dominic. Chatbot ini menyediakan dukungan nasabah yang dipersonalisasi, merespons pertanyaan, dan menawarkan rekomendasi produk. Dengan menggunakan Generative AI untuk memahami niat nasabah dan menghasilkan respons yang mirip manusia, mereka telah meningkatkan efisiensi interaksi nasabah mereka dan memberikan dukungan 24/7.

Dominic menambahkan bahwa, untuk menyusun visi keseluruhan mereka, mereka telah menyelaraskan inisiatif-inisiatif ini dengan strategi transformasi digital yang lebih luas. Tujuan mereka adalah memanfaatkan Generative AI tidak hanya untuk meningkatkan keamanan, tetapi juga untuk mengoptimalkan proses operasional dan memberikan pengalaman nasabah yang unggul.

“Kami telah menciptakan budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan, mendorong tim kami untuk menjelajahi solusi berbasis AI yang baru,” Dominic menyimpulkan. “Kerja sama reguler antara departemen keamanan siber, IT, dan layanan nasabah kami memastikan bahwa Generative AI terintegrasi dengan lancar dalam operasi kami.”

John Duigenan∶ AI dan ML meningkatkan customer experience dengan personalisasi

Menurut John Duigenan, Global Leader, Financial Services Industry, IBM, Industri jasa keuangan berada di ambang transformasi yang didorong oleh adopsi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML). Pergeseran ini menawarkan tantangan dan peluang yang membentuk masa depan sektor ini.

Tantangan-tantangannya meliputi perlunya menjaga privasi dan keamanan data, mengarungi kepatuhan regulasi yang kompleks, mengatasi masalah bias dan keadilan dalam pengambilan keputusan AI, serta memastikan kepercayaan nasabah pada keputusan yang didorong oleh AI, terutama dalam masalah keuangan yang sensitif.

Akan tetapi, di tengah-tengah tantangan ini, muncul banyak peluang. AI dan ML yang memiliki potensi untuk meningkatkan pengalaman nasabah dengan menawarkan layanan yang sangat personal dan dukungan real-time, akhirnya meningkatkan kepuasan nasabah. John menambahkan bahwa teknologi-teknologi ini juga memberikan kemampuan canggih untuk penilaian risiko dan deteksi penipuan, memungkinkan lembaga keuangan untuk mengelola dan mengurangi risiko lebih efektif. Selain itu, otomatisasi tugas-tugas rutin melalui AI dapat secara signifikan mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi, serta penghematan biaya.

Selain itu, kemampuan analisis data AI dapat memberikan wawasan berharga tentang perilaku nasabah dan tren pasar, memberdayakan pengambilan keputusan yang berbasis data di sektor jasa keuangan.

“Industri jasa keuangan merangkul AI dan ML, sambil tetap berjuang dengan privasi data, kepatuhan regulasi, AI yang etis, dan kepercayaan nasabah, industri ini juga menikmati banyak peluang, termasuk pengalaman nasabah yang ditingkatkan, manajemen risiko yang lebih baik, pengurangan biaya, dan wawasan berbasis data,” lanjut John. Kemampuan industri untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang ini akan secara signifikan membentuk masa depan layanan keuangan.

Adopsi AI berkembang dengan cepat terutama di sektor jasa keuangan, didorong oleh beberapa tren global dan perkembangan yang masif. Beberapa perkembangannya di antaranya, pertama, ada penekanan yang meningkat pada pengalaman nasabah.

Pemanfaatan AI dalam lembaga keuangan semata-mata adalah untuk memberikan layanan yang dipersonalisasi, dukungan nasabah real-time, dan interaksi yang efisien, akhirnya meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah.

Kedua, manajemen risiko mengalami transformasi signifikan. AI digunakan untuk penilaian risiko tingkat lanjut dan deteksi penipuan yang canggih, memungkinkan organisasi keuangan untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko lebih efektif. Hal ini tentu dapat berkontribusi pada lanskap keuangan yang lebih aman dan stabil.

Selain itu, pengurangan biaya adalah tren lain yang patut diperhatikan. Otomatisasi tugas-tugas rutin melalui AI secara signifikan mengurangi biaya operasional lembaga keuangan. Hal ini mengarah pada penghematan biaya dan peningkatan efisiensi operasional, yang sangat penting dalam industri yang sangat kompetitif.

Terakhir, pengambilan keputusan yang berbasis data menjadi norma. Kemampuan AI untuk menganalisis dataset yang luas memberikan wawasan berharga tentang perilaku nasabah dan tren pasar. Wawasan ini dimanfaatkan untuk mengambil keputusan yang lebih terinformasi, berbasis data, membantu organisasi keuangan tetap tangkas dan responsif terhadap dinamika pasar.

“Mengenai peran IBM dalam perkembangan ini, kami telah berada di garis depan inovasi AI selama bertahun-tahun. Solusi AI kami, termasuk IBM Watson, menawarkan rangkaian alat yang kuat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus lembaga keuangan,” lanjut John.

Dia menambahkan bahwa mereka membantu klien mereka mengatasi kompleksitas adopsi AI, mulai dari memastikan privasi dan keamanan data hingga mengatasi kekhawatiran etis. Keahlian mereka dalam kepatuhan regulasi memastikan bahwa organisasi keuangan dapat mengintegrasikan AI dengan lancar sambil tetap mematuhi standar yang terus berkembang.

“IBM berkomitmen untuk memberdayakan lembaga keuangan agar dapat menggali potensi penuh dari AI, menciptakan masa depan di mana mereka dapat menyediakan pengalaman nasabah yang unggul, manajemen risiko yang kuat, penghematan biaya, dan wawasan berbasis data,” John menyimpulkan.

Catherine Lian∶ IBM memberdayakan lembaga keuangan Malaysia dalam mengatasi tantangan  AI

Catherine Lian, Managing Director and Technology Leader, Malaysia, IBM, menekankan bahwa di Malaysia, industri jasa keuangan menghadapi berbagai hambatan dan tantangan selama implementasi solusi kecerdasan buatan (AI). Privasi data dan keamanan merupakan kekhawatiran yang signifikan, karena memastikan perlindungan informasi nasabah yang sensitif sangat penting. Selain itu, kepatuhan regulasi menjadi tantangan, mengingat sifat berkembangnya peraturan dan standar AI.

Dia menambahkan bahwa strategi yang efektif yaitu termasuk berinvestasi dalam langkah-langkah keamanan siber yang kuat untuk mengatasi kekhawatiran keamanan data dan bermitra dengan badan regulasi untuk memastikan kepatuhan. Kerjasama dengan penyedia solusi AI dan menciptakan budaya pembelajaran dan adaptasi berkelanjutan terbukti berhasil dalam mengatasi tantangan.

“Namun, pendekatan yang hanya mengandalkan AI tanpa pengawasan manusia dan mengabaikan pertimbangan etis tidak efektif hanya akan membawa kegagalan orgaanisasi. Oleh karena itu, membangun ekosistem holistik yang mengintegrasikan AI, keamanan siber, dan kepatuhan regulasi adalah kunci untuk keberhasilan implementasi AI dalam industri jasa keuangan.” Jelas Catherine.

IBM memiliki posisi yang kuat untuk membantu industri jasa keuangan di Malaysia mengatasi tantangan yang mereka hadapi saat mengimplementasikan solusi AI. Dengan rangkaian layanan yang komprehensif dan keahlian, IBM menawarkan berbagai solusi untuk mendukung lembaga keuangan ini mulai dari Ahli Regulasi, Solusi AI yang Disesuaikan, Keamanan Data, Praktik Etis AI, Pelatihan dan Peningkatan Keahlian, Pendekatan Kolaboratif untuk Implementasi Cepat, “Kami dapat membantu organisasi keuangan mengintegrasikan AI ke dalam operasi mereka dengan lancar.”

Catherine menambahkan bahwa, dengan bermitra dengan IBM, para pemain industri jasa keuangan di Malaysia dapat secara efektif mengatasi tantangan yang mereka hadapi saat mengimplementasikan solusi AI. “Keahlian IBM memastikan bahwa lembaga keuangan dapat mengadopsi teknologi AI sambil menjaga privasi dan keamanan data, mematuhi regulasi, dan memberikan pengalaman nasabah yang superior,” tutupnya.

Interactive Discussion

Kitman Cheung∶ Watsonx meningkatkan perusahaan menggunakan AI melalui implementasi data

Kitman Cheung, Chief Technology Officer Data & AI, Asia Pacific di IBM, memberikan penjelasan terkait cara mengoptimalkan Watsonx dalam Layanan Keuangan.

Watsonx adalah platform AI dan data terbaru yang memberdayakan perusahaan untuk meningkatkan dan mempercepat dampak AI di seluruh bisnis dengan memaksimalkan pemanfaatan data di mana pun data tersebut berada. Layanan ini terdiri dari tiga komponen: Watsonx.ai, Watsonx.data, dan Watsonx.governance.

Menurut Kitman, Watsonx.ai adalah studio generasi masa depan untuk pembuat AI konvensional (machine learning) dan kemampuan Generative AI baru yang didukung oleh model dasar.

“Model dasar adalah model yang telah dilatih sebelumnya dalam skala besar yang dapat disesuaikan dengan berbagai tugas dan domain dengan data dan usaha minimal. Ini memungkinkan Anda menghasilkan konten berkualitas tinggi, seperti teks, gambar, audio, dan video, yang dapat meningkatkan pengalaman nasabah, kampanye pemasaran, desain produk, dan lainnya,” jelas Kitman.

Sementara itu, Watsonx.data adalah solusi penyimpanan “lakehouse” terbuka yang dioptimalkan untuk proyek AI, memastikan transfer dan manajemen data yang lancar. Lakehouse adalah arsitektur data hibrida yang menggabungkan keunggulan dari data lake dan data warehouse.

Hal ini memungkinkan organisasi untuk menyimpan dan mengakses data terstruktur dan tak terstruktur secara bersamaan sambil mendukung beragam beban kerja analitik. Dengan Watsonx.data, organisasi dapat dengan mudah memasukkan, menyusun katalog, mengubah, dan mengajukan data dari berbagai sumber dan format, sambil memastikan keamanan dan kepatuhan.

Watsonx.governance adalah solusi yang meningkatkan tata kelola AI dengan mempromosikan kepercayaan, mengurangi risiko intervensi manusia, dan memastikan akuntabilitas dan transparansi yang jelas dalam proses AI. Ini membantu organisasi memantau, menjelaskan, dan mengaudit model AI mereka sepanjang siklus hidupnya sambil mematuhi standar etika dan regulasi.

Kitman menambahkan bahwa dengan Watsonx.governance, organisasi dapat membangun aplikasi AI yang bertanggung jawab dan tepercaya yang melindungi reputasi dan nilai merek mereka. Dia melanjutkan dengan memberikan contoh bagaimana klien mereka menggunakan Watsonx untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan dalam industri mereka.

“Salah satu klien kami adalah bank terkemuka di Malaysia yang ingin meluncurkan kartu kredit virtual yang memberikan konsumen pilihan, keamanan, dan fleksibilitas yang lebih besar,” pungkas  Kitman. Mereka menggunakan Watsonx.ai untuk melatih model dasar yang dapat menghasilkan penawaran dan rekomendasi yang dipersonalisasi untuk nasabah berdasarkan preferensi dan perilaku mereka.

Mereka juga menggunakan Watsonx.data untuk menyimpan dan memproses data nasabah mereka dengan cara yang aman dan scalable. Mereka berhasil meluncurkan kartu kredit virtual mereka dalam waktu singkat dan meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah mereka.

Klien lainnya adalah perusahaan asuransi global yang ingin meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pemrosesan klaim mereka. Mereka menggunakan Watsonx.ai untuk melatih model dasar yang dapat mengekstrak informasi relevan dari dokumen klaim, seperti nomor polis, jenis kerusakan, dan jumlah klaim, antara lain dengan menggunakan pemrosesan bahasa alami.

Mereka juga menggunakan Watsonx.governance untuk memantau dan menjelaskan kinerja dan keputusan model mereka, sambil memastikan kepatuhan dengan regulasi industri. Mereka berhasil mengurangi waktu pemrosesan klaim mereka sebesar 80% dan meningkatkan tingkat deteksi penipuan sebesar 50%.

“Ini hanya beberapa cara Watsonx dapat membantu mengubah bisnis dengan AI dan data,” tegas Kitman. “Baik jika Anda ingin meningkatkan layanan nasabah, mengotomatisasi proses, mengoptimalkan operasi, atau menciptakan produk dan layanan baru, Watsonx dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuan lebih cepat dan lebih mudah.”

Dia mengundang peserta untuk mempelajari lebih lanjut tentang Watsonx dan menekankan nilai kolaborasi teknis dalam merangsang kreativitas, mengoptimalkan sumber daya, mengurangi biaya, dan mengatasi tantangan teknologi.

“Ini adalah motor penggerak di balik banyak perkembangan teknis dan memiliki dampak yang signifikan pada masa depan berbagai industri dan sektor khususnya di sektor keuangan,” simpul Kitman.

Salam Penutup

Pada akhir acara, Catherine menekankan dampak besar yang akan dihasilkan oleh Generative AI dalam layanan keuangan. Baginya, Generative AI memiliki potensi besar untuk mengubah operasional, mengotomatisasi proses, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih efisien dan personal. Transformasi ini diharapkan akan merevolusi industri, meningkatkan layanan, memastikan kepatuhan, serta meningkatkan tingkat keamanan.

Tidak hanya itu, Catherine juga menyoroti pentingnya adopsi AI yang bertanggung jawab. Seiring dengan meningkatnya pengaruh Generative AI, etika, transparansi, dan privasi data menjadi faktor-faktor kunci yang harus membimbing evolusi teknologi ini. Ia mendorong para pemangku kepentingan untuk menyadari bahwa penggunaan AI adalah semana-mata untuk meningkatkan kemampuan manusia, bukan mengancam menggantikannya.

Catherine juga mengajak para pemangku kebijakan dalam industri keuangan untuk secara penuh memahami dan menerapkan Generative AI, dan menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan sebagai pendorong kunci agar tetap kompetitif dalam sektor yang selalu berubah. “Kami telah menyaksikan pertukaran wawasan dan ide untuk mendorong masa depan layanan keuangan melalui transformasi digital,” tutup Catherine. “Dengan lanskap keuangan yang siap bertransformasi, upaya kolaboratif ini adalah bukti nyata industri keuangan untuk beradaptasi dan berkembang dalam dunia yang didorong oleh AI yang dinamis.”

Mohit menyoroti bahwa Generative AI adalah kekuatan yang tengah mengubah sektor keuangan ke arah yang lebih modern dan efisien. Adopsi AI, khususnya Generative AI, dapat merevolusi operasional, mengotomatisasi proses, meningkatkan tingkat keamanan, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan efisien.

Mohit juga mendorong para pemain industri untuk sepenuhnya memulai transformasional ini. Ia juga turut menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan, upaya kolaboratif, dan komitmen terhadap pembelajaran. “Masa depan layanan keuangan adalah sebuah proses yang berkelanjutan, bukan tujuan akhir industri keuangan,” simpulnya.

PARTNER

Qlik’s vision is a data-literate world, where everyone can use data and analytics to improve decision-making and solve their most challenging problems. A private company, Qlik offers real-time data integration and analytics solutions, powered by Qlik Cloud, to close the gaps between data, insights and action. By transforming data into Active Intelligence, businesses can drive better decisions, improve revenue and profitability, and optimize customer relationships. Qlik serves more than 38,000 active customers in over 100 countries.

PARTNER

CTC Global Singapore, a premier end-to-end IT solutions provider, is a fully owned subsidiary of ITOCHU Techno-Solutions Corporation (CTC) and ITOCHU Corporation.

Since 1972, CTC has established itself as one of the country’s top IT solutions providers. With 50 years of experience, headed by an experienced management team and staffed by over 200 qualified IT professionals, we support organizations with integrated IT solutions expertise in Autonomous IT, Cyber Security, Digital Transformation, Enterprise Cloud Infrastructure, Workplace Modernization and Professional Services.

Well-known for our strengths in system integration and consultation, CTC Global proves to be the preferred IT outsourcing destination for organizations all over Singapore today.

PARTNER

Planview has one mission: to build the future of connected work. Our solutions enable organizations to connect the business from ideas to impact, empowering companies to accelerate the achievement of what matters most. Planview’s full spectrum of Portfolio Management and Work Management solutions creates an organizational focus on the strategic outcomes that matter and empowers teams to deliver their best work, no matter how they work. The comprehensive Planview platform and enterprise success model enables customers to deliver innovative, competitive products, services, and customer experiences. Headquartered in Austin, Texas, with locations around the world, Planview has more than 1,300 employees supporting 4,500 customers and 2.6 million users worldwide. For more information, visit www.planview.com.

SUPPORTING ORGANISATION

SIRIM is a premier industrial research and technology organisation in Malaysia, wholly-owned by the Minister​ of Finance Incorporated. With over forty years of experience and expertise, SIRIM is mandated as the machinery for research and technology development, and the national champion of quality. SIRIM has always played a major role in the development of the country’s private sector. By tapping into our expertise and knowledge base, we focus on developing new technologies and improvements in the manufacturing, technology and services sectors. We nurture Small Medium Enterprises (SME) growth with solutions for technology penetration and upgrading, making it an ideal technology partner for SMEs.

PARTNER

HashiCorp provides infrastructure automation software for multi-cloud environments, enabling enterprises to unlock a common cloud operating model to provision, secure, connect, and run any application on any infrastructure. HashiCorp tools allow organizations to deliver applications faster by helping enterprises transition from manual processes and ITIL practices to self-service automation and DevOps practices. 

PARTNER

IBM is a leading global hybrid cloud and AI, and business services provider. We help clients in more than 175 countries capitalize on insights from their data, streamline business processes, reduce costs and gain the competitive edge in their industries. Nearly 3,000 government and corporate entities in critical infrastructure areas such as financial services, telecommunications and healthcare rely on IBM’s hybrid cloud platform and Red Hat OpenShift to affect their digital transformations quickly, efficiently and securely. IBM’s breakthrough innovations in AI, quantum computing, industry-specific cloud solutions and business services deliver open and flexible options to our clients. All of this is backed by IBM’s legendary commitment to trust, transparency, responsibility, inclusivity and service.

Send this to a friend