We are creating some awesome events for you. Kindly bear with us.

Eksklusif! Mendobrak Potensi Indonesia: Mengawal Transformasi Digital dengan Meningkatkan Skill Pembelajaran

Dalam lankskap percepatan ekonomi global, transformasi digital menjadi kunci utama untuk menumbuhkan kompetisi dan pertumbuhan suatu negara. Pastinya, merangkul gelombang transformasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk tetap kompetitif. Kunci untuk mendobrak potensi Indonesia dalam transformasi digital ini terletak pada pendekatan skills-first dalam sistem pembelajaran. Artinya, tenaga kerja seperti karyawan akan dibekali dengan beragam keahlian digital yang dibutuhkan untuk menumbuhkan ekonomi di abad 21.

Sebagai negara yang memiliki beragam kebudayaan dan sumber daya, Indonesia memainkan banyak kesempatan. Akan tetapi, untuk mengimplementasikan potensi tersebut secara penuh, negara harus beralih kepada pertumbuhan ekonomi yang berbasis digital.

Masa pandemi menjadi titik balik negara untuk menyadari terkait pentingnya penggunaan sistem digital. Pada saat itu, lanskap bisnis berhasil berubah ke arah era new normal. Melihat hal tersebut, transformasi digital sekarang ini menjadi satu-satunya pilihan yang harus dilakukan untuk memastikan keberlangsungan bisnis dan pertumbuhan yang inklusif.

Sementara itu, visi dalam mendobrak potensi Indonesia melalui transformasi digital merupakan hal yang menjanjikan. Bebagai tantangan harus dihadapi guna mencapai kesuksesan yang implementatif, dan salah satu tantangan yang dihadapi dalam era ini adalah terjadinya sebuah kesenjangan digital.

Untuk melewati tantangan ini, diperlukan upaya bersama untuk memperluas infrastruktur digital dan menyediakan kemudahan untuk mengakses teknologi, terutama di area-area terpencil. Selain itu, inisisasi pemerintah, kerjasama publik-swasta, dan program berbasis komunitas menjadi peran penting dalam menjembatani kesenjangan tersebut.

Selain itu, sistem edukasi juga harus dilakukan perombakan signifikan agar sejalan dengan permintaan yang dibutuhkan di era digital. Hal ini mencakup revisi kurikulum yang tidak hanya berbasis keahlian teknis, melainkan juga penekanan pada critical-thinking, problem-solving, dan kreativitas. Melalui pendekatan multidisipliner dan project-based learning, hal tersebut tentu dapat membantu siswa untuk mengembangkan keahlian secara menyeluruh sebagai bentuk persiapan mereka dalam menghadapi tenaga kerja digital di masa depan.

Dengan melihat Indonesia yang sedang mengarahkan misinya untuk merangkul transformasi digital melalui skills-first learning, Indonesia akan menghadapi perubahan sosial ekonomi secara signifikan. Jika Indonesia berhasil membentuk berbagai tenaga kerja yang ahli digital, hal ini tidak hanya menarik perhatian investor asing, melainkan juga dapat mendorong inovasi dan semangat entrepreneurship. Indonesia dapat mencapai posisinya sebagai pusat inovasi teknologi, sehingga dapat menciptakan ekosistem dinamis yang mendorong kolaborasi antara perusahaan rintisan, perusahaan besar, dan lembaga penelitian.

Selain itu, manfaat transformasi digital tidak hanya untuk menumbuhkan perekonomian semata, akan tetapi juga dapat mendobrak peningkatan layanan kesehatan, peningkatan layanan publik, dan peningkatan konektivitas yang mampu berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Smart city, praktik berkelanjutan (sustainability), dan masyarakat yang kuat dapat tercipta melalui integrasi teknologi digital ke dalam berbagai aspek kehidupan mereka sehari-hari.

Seluruh hal tersebut berhasil dibahas dalam acara OpenGov Breakfast Insight yang telah diselenggarakan pada tanggal 28 November 2023 berlokasi di The Westin Jakarta, berhasil mempertemukan berbagai pemimpin perusahaan dari berbagai sektor untuk mendiskusikan terkait langkah strategis Indonesia melalui pemanfaatan teknologi dan pertumbuhan sembari meningkatkan keahlian digital untuk tetap kompetitif dalam kompetisi pasar yang semakin berkembang.

Salam Pembuka

Mohit Sagar∶  Continuous learning merupakan aset penting yang harus diterapkan agar tetap kompetitif

Sebagai CEO dan Kepala Redaksi di OpenGov Asia, Mohit Sagar menyoroti visi dan misi Indonesia dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Dalam era digital, Mohit menegaskan bahwa karyawan adalah aset krusial dalam suatu perusahaan. Untuk tetap bersaing di pasar yang kompetitif, perusahaan perlu melakukan pemberdayaan karyawan yang adaptif.

Mohit menyoroti konsep “Skills-First Learning,” di mana karyawan dan tenaga kerja diberdayakan dengan pengetahuan teknologi dan digital untuk mendukung kinerja perusahaan di berbagai bidang. Ini menciptakan pondasi yang kokoh untuk pertumbuhan dan kesuksesan jangka panjang dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pembelajaran yang berkelanjutan adalah sebuah perjalanan perusahaan yang harus dilakukan secara konsisten. Selain itu, memperluas keterampilan dan meningkatkan kapabilitas menjadi peran kunci dalam mempercepat prospek karir seseorang. Khususnya, dalam menghadapi alat dan teknologi digital seperti platform cloud computing atau alat data science, diperlukan pengembangan keterampilan yang berkelanjutan.

“Menjaga pemahaman terkini mengenai fitur dan kapabilitas baru melalui pelatihan menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai keahlian maksimal. Dengan demikian, karyawan atau tenaga kerja dapat terus relevan dalam lingkungan yang terus berubah dan dinamis,” jelas Mohit.

Mohit juga menekankan pentingnya pelatihan yang adaptif. Pelatihan harus dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan perusahaan yang terus berubah. Pelatihan yang tidak adaptif dapat menjadi tidak relevan dengan cepat dan tidak memberikan manfaat yang maksimal bagi karyawan.

Berikut adalah beberapa contoh spesifik tentang bagaimana pelatihan dapat membantu karyawan tetap relevan dalam lanskap digital yang terus berubah:

  1. Pelatihan dapat membantu karyawan mempelajari fitur dan kapabilitas baru dari teknologi yang mereka gunakan.
  2. Pelatihan dapat membantu karyawan mengembangkan keterampilan baru yang dibutuhkan untuk pekerjaan mereka.
  3. Pelatihan dapat membantu karyawan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah mereka.
  4. Pelatihan dapat membantu karyawan mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi mereka.

Lebih lanjut, Mohit juga menawarkan beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung percepat tersebut, di antaranya.

1.Mengidentifikasi Kesenjangan Keterampilan: Proses ini melibatkan penilaian terhadap kemampuan tenaga kerja dan memahami di mana kesenjangan berada terkait dengan teknologi baru dan AI.

2.Preferensi Program Pelatihan: Diskusikan kebutuhan akan program pelatihan  yang disesuaikan berdasarkan identifikasi permasalahan. Program-program ini harus dirancang untuk membekali karyawan dengan keterampilan yang diperlukan untuk adopsi AI yang efektif dan integrasi teknologi baru.

3.Budaya Pembelajaran Berkelanjutan: Tekankan pentingnya membina budaya pembelajaran berkelanjutan di dalam organisasi. Dorong bisnis dan sektor publik untuk berinvestasi dalam pelatihan dan pengembangan berkelanjutan untuk menjaga kesejajaran dengan kemajuan teknologi.

4.Penggunaan AI yang Etis dan Bertanggung Jawab: Kebutuhan untuk berfokus pada penggunaan AI yang etis dan bertanggung jawab. Pastikan bahwa program-program pelatihan mencakup aspek etika dan implementasi AI yang bertanggung jawab untuk mencegah permasalahan yang mungkin saja terjadi.

Dengan memprioritaskan langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat secara lebih efektif mempersiapkan tenaga kerjanya untuk mengadopsi teknologi baru dan kecerdasan buatan (AI). Ini menjadi krusial dalam menjaga agar negara tetap kompetitif dan inovatif di tengah dinamika era digital yang terus berkembang.

“Inisiatif ini bukan hanya investasi dalam sumber daya manusia, tetapi juga investasi dalam daya saing dan keberlanjutan Indonesia di era digital,” tutup Mohit.

Welcome Address

Chad Al-Sherif Pasha∶  Tenaga kerja Indonesia yang memiliki keahlian digital akan menghasilkan 2x lipat daripada yang tidak

Chad Al-Sherif Pasha, selaku Senior Advisor and Head untuk APAC Coursera for Government memberikan analisis yang sangat mendalam mengenai proyeksi transformasi digital di dunia. Menurutnya, pada tahun 2027, diperkirakan akan terjadi transformasi digital yang signifikan, mencangkup sekitar 28% dari lanskap pekerjaan saat ini. Proyeksi ini menyoroti urgensi dan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterampilan serta beradaptasi sebagai respons terhadap perkembangan yang terus-menerus dalam lingkungan digital.

Chad menjelaskan bahwa transformasi ini bukan hanya menjadi kewajiban semata-mata untuk mempertahankan relevansi dalam pasar tenaga kerja yang terus berubah, akan tetapi, ia menyoroti juga bahwa hal ini juga dapat mendorong peluang-peluang baru yang muncul seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan industri yang terus berkembang. “Oleh karena itu, perencanaan strategis dalam pengembangan keterampilan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang akan muncul di masa depan,” jelasnya.

Di tahun 2027 mendatang, diperhitungkan akan terjadi peningkatan tuntutan sebesar 61% terhadap tenaga kerja  untuk meningkatkan keterampilannya. Ditahun yang sama, 28% pekerjaan di Indonesia saat ini akan tergantikan. Selain itu, data dari AWS-Gallup Asia Pacific Digital Skills Study tahun 2022 menyatakan bahwa tenaga kerja Indonesia yang memiliki keahlian digital akan menghasilkan 2x lipat pendapatan lebih banyak dibandingkan yang tidak.

Melihat hal tersebut, Chad menggarisbawahi bahwa peningkatan keterampilan menjadi inti dari persiapan individu dan organisasi untuk menghadapi perubahan  digital ini. Meningkatkan keterampilan tidak hanya memberikan keunggulan kompetitif, tetapi juga membuka pintu bagi inovasi dan pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika pasar yang terus berubah.

Chad menyoroti pentingnya merencanakan strategi pengembangan keterampilan yang proaktif. Dengan memahami tren transformasi digital dan mengidentifikasi kebutuhan keterampilan yang mendatang, individu dan organisasi dapat memposisikan diri dengan lebih baik untuk mengatasi tantangan masa depan. Ini mencakup penerapan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan solusi pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan industri yang terus berkembang.

Coursera, sebagai platform inovatif dalam sektor edukasi digital, telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempersiapkan individu dan organisasi menghadapi tantangan transformasi digital. Melalui berbagai program dan kursus yang ditawarkan, Coursera memberikan akses ke konten edukatif yang relevan dan diperbarui secara berkala, mencakup beragam disiplin ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan dalam era digital saat ini.

Dengan menjadi pemimpin dalam penyediaan pembelajaran daring, Coursera tidak hanya memfasilitasi akses terhadap sumber daya pendidikan global tetapi juga mengadaptasi pendekatan pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan individu dan organisasi di tengah perubahan cepat dalam dunia kerja.

Melalui Coursera for Government, Chad telah memainkan peran dalam menyediakan program-program yang dirancang khusus untuk membantu instansi pemerintah dan organisasi swasta dalam mempersiapkan tenaga kerja menghadapi transformasi digital yang terus berlangsung. Dengan membangun ekosistem pembelajaran yang responsif dan berfokus pada kebutuhan industri, Coursera terus mendukung upaya untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan.

Pentingnya Coursera dalam mendukung upskilling dan reskilling tidak hanya membantu individu untuk terus berkembang dalam karir mereka, tetapi juga mendukung organisasi dalam membangun tim yang dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang dinamis.

“Coursera berperan sebagai mitra strategis dalam memajukan pendidikan dan pengembangan keterampilan di era digital. Dengan terus menawarkan solusi pendidikan yang inovatif dan responsif, Coursera membantu membentuk masa depan pendidikan yang lebih inklusif, aksesibel, dan relevan untuk semua,” jelas Chad.

Dengan merencanakan strategi pengembangan keterampilan yang holistik, baik individu maupun organisasi dapat bersiap menghadapi masa depan yang penuh tantangan ini dengan keyakinan dan kesiapan yang tinggi. Pemahaman mendalam tentang perubahan yang akan datang, adalah kunci untuk menavigasi transformasi digital ini dengan sukses dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan masyarakat dan ekonomi global.

Salam Penutup

Dalam akhir acara, Chad memberikan dorongan dan motivasi kepada para delegasi untuk tetap aktif dalam melakukan upskilling dan reskilling terhadap pekerjaan mereka. Ia menekankan bahwa dalam dunia yang terus berubah dan berkembang pesat, peningkatan keterampilan menjadi suatu keharusan untuk tetap relevan dan berdaya saing.

Chad menyampaikan bahwa era transformasi digital yang sedang berlangsung memerlukan pendekatan proaktif terhadap pengembangan keterampilan. Dengan terus meningkatkan keterampilan, individu tidak hanya dapat mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi pionir dan pemimpin dalam memahami serta menerapkan inovasi-inovasi baru.

Coursera for Government, melalui panduan dan dukungan Chad, berkomitmen untuk menjadi mitra yang andal bagi individu dan organisasi dalam merespons tantangan transformasi digital. Dengan menyediakan akses ke sumber daya pendidikan terbaik dari seluruh dunia, Coursera menjadi alat penting dalam membentuk tenaga kerja yang tangguh dan siap menghadapi perubahan.

Mohit selanjutnya menyoroti bahwa, tenaga kerja bukan hanya sekadar entitas yang bersifat statis, tetapi merupakan aset dinamis yang harus terus beradaptasi dengan perubahan yang cepat di dunia digital saat ini. Dalam konteks ini, dia menekankan bahwa pengelolaan tenaga kerja di era transformasi digital tidak hanya melibatkan pengembangan keterampilan teknis semata, tetapi juga aspek-aspek seperti kreativitas dan kemampuan beradaptasi.

Menurutnya, organisasi perlu memahami bahwa berinvestasi dalam pengembangan keterampilan dan sumber daya manusia adalah langkah kunci untuk menjaga agar tenaga kerja tetap relevan dan produktif. Pembelajaran kontinu, pelatihan berkelanjutan, dan pengembangan kepemimpinan menjadi bagian integral dari strategi pengelolaan tenaga kerja yang sukses di era digital ini.

“Keberhasilan organisasi dalam menghadapi tantangan transformasi digital tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi terkini, tetapi juga pada kemampuan mereka untuk membangun budaya kerja yang inovatif,” pungkas Mohit.

Mohit dan Chad bersama-sama sepakat bahwa tenaga kerja yang adaptif, terampil, dan inovatif akan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dinamika pasar menuju keberhasilan dalam era transformasi digital. Mereka percaya bahwa, pemahaman mendalam tentang kebutuhan tenaga kerja dan pengembangan keterampilan menjadi dasar bagi strategi jangka panjang yang dapat menghasilkan dampak positif dalam menghadapi perubahan industri dan teknologi di masa depan.

PARTNER

Qlik’s vision is a data-literate world, where everyone can use data and analytics to improve decision-making and solve their most challenging problems. A private company, Qlik offers real-time data integration and analytics solutions, powered by Qlik Cloud, to close the gaps between data, insights and action. By transforming data into Active Intelligence, businesses can drive better decisions, improve revenue and profitability, and optimize customer relationships. Qlik serves more than 38,000 active customers in over 100 countries.

PARTNER

CTC Global Singapore, a premier end-to-end IT solutions provider, is a fully owned subsidiary of ITOCHU Techno-Solutions Corporation (CTC) and ITOCHU Corporation.

Since 1972, CTC has established itself as one of the country’s top IT solutions providers. With 50 years of experience, headed by an experienced management team and staffed by over 200 qualified IT professionals, we support organizations with integrated IT solutions expertise in Autonomous IT, Cyber Security, Digital Transformation, Enterprise Cloud Infrastructure, Workplace Modernization and Professional Services.

Well-known for our strengths in system integration and consultation, CTC Global proves to be the preferred IT outsourcing destination for organizations all over Singapore today.

PARTNER

Planview has one mission: to build the future of connected work. Our solutions enable organizations to connect the business from ideas to impact, empowering companies to accelerate the achievement of what matters most. Planview’s full spectrum of Portfolio Management and Work Management solutions creates an organizational focus on the strategic outcomes that matter and empowers teams to deliver their best work, no matter how they work. The comprehensive Planview platform and enterprise success model enables customers to deliver innovative, competitive products, services, and customer experiences. Headquartered in Austin, Texas, with locations around the world, Planview has more than 1,300 employees supporting 4,500 customers and 2.6 million users worldwide. For more information, visit www.planview.com.

SUPPORTING ORGANISATION

SIRIM is a premier industrial research and technology organisation in Malaysia, wholly-owned by the Minister​ of Finance Incorporated. With over forty years of experience and expertise, SIRIM is mandated as the machinery for research and technology development, and the national champion of quality. SIRIM has always played a major role in the development of the country’s private sector. By tapping into our expertise and knowledge base, we focus on developing new technologies and improvements in the manufacturing, technology and services sectors. We nurture Small Medium Enterprises (SME) growth with solutions for technology penetration and upgrading, making it an ideal technology partner for SMEs.

PARTNER

HashiCorp provides infrastructure automation software for multi-cloud environments, enabling enterprises to unlock a common cloud operating model to provision, secure, connect, and run any application on any infrastructure. HashiCorp tools allow organizations to deliver applications faster by helping enterprises transition from manual processes and ITIL practices to self-service automation and DevOps practices. 

PARTNER

IBM is a leading global hybrid cloud and AI, and business services provider. We help clients in more than 175 countries capitalize on insights from their data, streamline business processes, reduce costs and gain the competitive edge in their industries. Nearly 3,000 government and corporate entities in critical infrastructure areas such as financial services, telecommunications and healthcare rely on IBM’s hybrid cloud platform and Red Hat OpenShift to affect their digital transformations quickly, efficiently and securely. IBM’s breakthrough innovations in AI, quantum computing, industry-specific cloud solutions and business services deliver open and flexible options to our clients. All of this is backed by IBM’s legendary commitment to trust, transparency, responsibility, inclusivity and service.

Send this to a friend