February 25, 2024

We are creating some awesome events for you. Kindly bear with us.

Pendanaan untuk Dongkrak Inovasi Medis dan Obat

Pemodal ventura atau venture capital (VC) telah menjadi kekuatan vital dan katalis inovasi terkemuka selama beberapa dekade terakhir. Permodalan mereka telah menjadi sumber keuangan utama bagi sejumlah startup, sebab VC dikenal lebih ramah inovasi bagi pertumbuhan perusahaan pemula (startup).

Alih-alih meminjam modal dari bank yang memiliki suku bunga tinggi dan proses persetujuan pinjaman yang rumit, tidak heran jika banyak pengusaha lebih memilih alternatif pendanaan kepada pemodal ventura. Bagai gayung bersambut, investor pun mendukung upaya para pendiri startup dengan memasok modal yang mereka butuhkan.

VC menjadi jembatan untuk mengisi celah kebutuhan antara sumber modal inovatif dan tradisional. Pendanaan model ini menjadi alternatif sumber modal rendah biaya untuk mendanai bisnis. Untuk menyediakan dana besar bagi pegiat startup, bisnis pemodal ventura harus memberikan insentif yang menarik bagi para investor privat agar mereka mau menaruh uang mereka di perusahaan pemodal ventura.

Di sisi lain, besarnya ketersediaan sumber dana menjadi modal bagi VC untuk menarik potensi startup berkualitas yang berpotensi memberikan keuntungan tinggi. Secara singkat, tantangan pemodal ventura adalah mencari potensi untuk melipatgandakan investasi yang diberikan pada bisnis-bisnis dengan tingkat risiko tinggi.

Modal ventura bukanlah modal jangka panjang. VC bertujuan untuk berinvestasi hingga perusahaan mencapai ukuran dan kredibilitas yang bisa dijual ke korporasi lain atau bisa dijual sebagai likuiditas di pasar modal. Intinya, seorang pemodal ventura berinvestasi pada ide pengusaha, mengembangkannya dalam waktu singkat, kemudian mencari strategi untuk mendapat laba berlipat dengan menjual perusahaan atau melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO).

Namun, kiniada muncul tren baru dimana pemodal ventura beralih dari metode investasi jangka pendek yang agresif ke pendekatan jangka panjang yang lebih konservatif. Pasar startup yang sudah terlalu jenuh menjadi salah satu alasan transisi ini. Tren ini, dikombinasikan dengan kekhawatiran inflasi yang berkelanjutan, membuat banyak investor memainkan portofolio investasi mereka dengan lebih hati-hati.

Menyaring startup potensial

University of Tokyo Innovation Platform Co (UTokyoIPC) menjadi salah satu pemodal ventura yang melakukan pendanaan jangka panjang ini. UTokyoIPC berkecimpung sebagai pemodal ventura untuk startup deep tech. Sehingga, mereka lebih sering memberikan modal jangka panjang hingga 15 tahun untuk perusahaan yang mendalami inovasi dibidang bio teknologi, peralatan medis, dan obat-obatan.

Pendirian pemodal ventura UTokyoIPC sendiri berawal dari inisiatif Menteri Ekonomi dan Menteri Pendidikan untuk memberikan pendanaan pada riset-riset yang dilakukan kampus. Mereka ingin agar riset-riset itu bisa dikomersialisasi dan dikembangkan menjadi bisnis. Lantas didirikanlah UTokyoIPC di bawah Universitas Tokyo yang mendapat sumber modal dari pemerintah dan swasta.

“Di portofolio kami, ada sekitar 50-60 perusahaan dan kebanyakan bergerak di biotech, seperti penemuan obat, peralatan medis, dan sebagian kecil bergerak di pertanian,” tutur Kei Furukawa, Partner, Investasi & Pengembang Bisnis UTokyoIPC, dalam wawancara khusus dengan Mohit Sagar, CEO dan Pemimpin Redaksi OpenGov Asia.

“Meski tak banyak pemodal ventura yang bergerak di area ini, namun kami melihat sektor ini sangat penting dan berdampak pada hidup banyak orang, sehingga kami memutuskan untuk berinvestasi di sini.”

Ia lantas membeberkan sejumlah hal yang menjadi pertimbangan perusahaan pemodal ventura untuk berinvestasi di sebuah startup. Kei mengaku penilaian yang mereka lakukan tak jauh beda dari penilaian yang dilakukan oleh pemodal ventura lain pada umumnya:

  1. Memiliki tim yang bagus,
  2. Mengusung teknologi yang menarik di waktu yang tepat,
  3. Ketersediaan pasar,
  4. Potensi ekspansi, untuk mengukur seberapa besar perusahaan bisa dikembangkan dan berapa banyak pasar yang bisa diraup.

Tidak terpenuhinya sejumlah syarat itu menjadi kesalahan startup ketika gagal menggaet pemodal. Ketersediaan pasar dan potensi kecepatan pertumbuhan perusahaan menjadi pertimbangan terbesar para pemberi modal.

Modal jangka panjang

Sebagai pemodal ventura untuk startup yang bergerak dibidang bio-tech, UTokyoIPC menyadari bahwa mengembangkan inovasi teknologi medis memang membutuhkan waktu lama. Sebab, industri ini berkaitan dengan kesehatan dan nyawa manusia sehingga perlu riset mendalam untuk memastikan keamanan dan keakuratan produk yang dihasilkan.

“Di tahun pertama, kami mengelola startup agar mereka berkomitmen menjaga pertumbuhan perusahaan. Kami tidak mengejar-ngejar mereka agar lekas besar. Sebab, pengembangan deep tech memang perlu waktu, sehingga kami tidak perlu terburu-buru.”

Selain itu, skema pendanaan campuran antara publik dan privat membuat model pendanaan yang diberikan UTokyoIPC bisa lebih menerima pendanaan model ini. Mereka bisa lebih leluasa mengambil risiko ketika berinvestasi.

Untuk memberi pendanaan, UTokyoIPC biasanya memulai dengan melakukan konsultasi dengan berbagai riset yang ada di kampus-kampus. Mereka mencari riset yang berpotensi untuk diubah menjadi bisnis. Riset yang dianggap potensial akan diajak untuk mengikuti pitching sebagai bagian dari proses seleksi sebelum pemberian modal.

Setelah itu, mereka memberikan program bimbingan tahap awal. Perusahaan yang terpilih masuk ke program ini akan mendapat pendanaan dengan nilai maksimum US$100 ribu sebagai dana hibah. Mereka mendapat bimbingan selama enam bulan agar dana hibah yang diberikan bisa dipakai untuk mengembangkan perusahaan.

“Mereka tak tahu banyak soal bisnis, sehingga kami memberikan saran dan dukungan uang sebanyak mungkin agar mereka tidak terjegal di fase awal mereka. Tujuan kami agar startup bisa berhasil melewati pendanaan tahap awal (seed round funding) dan mencapai valuasi terbaik.”

UTokyoIPC memberikan pendanaan di tahap awal perusahaan mulai dari seed funding hingga seri kedua (second round funding). Sebagai investor tahap awal, Kei menuturkan sulit untuk mengukur tingkat kesuksesan investasi yang dilakukan. Sehingga, mereka berpatokan pada target-target yang telah ditetapkan bersama. Jika startup berhasil mencapai tiap target yang sudah disepakati, hal tersebut menjadi indikasi perusahaan telah berjalan dengan baik. Jika yang terjadi sebaliknya, maka perlu dilakukan peninjauan ulang untuk mengubah haluan.

Sukses di pemodal ventura

Sebagai seseorang yang tidak memiliki latar belakang investasi dan bisnis, Kei merasa beruntung bisa terjun ke bisnis pemodal ventura UTokyoIPC. Awal ketertarikan Kei terhadap bisnis modal ventura sendiri berawal sejak ia menjajal Pendidikan MBA di Singapura.

Merasa tak punya cukup mental untuk menjadi seorang pengusaha, Kei banting setir untuk mempelajari sistem pendukung bisnis yaitu pemodal ventura. Sehingga, ia pun banyak mengambil kursus pemodal ventura kala itu.

Meski demikian, jalan tak selalu mulus. Lantaran tak punya pengalaman kerja di bidang itu, ia tak langsung terjun ke industri pemodal ventura. Setelah melanglangbuana ke sejumlah perusahaan swasta, suatu hari ia berkesempatan berkarir di UTokyoIPC yang merupakan pemodal ventura.

Menurutnya, agar berhasil di bisnis pemodal ventura, seseorang mesti memiliki kemampuan berelasi yang baik. Sebab, bisnis ini selalu berhubungan dengan orang lain, baik dengan investor maupun startup.

“Karena Anda akan berhubungan dengan banyak orang, berbicara dengan mereka dan memahami siapa mereka. Sebab, ini akan menjadi aspek penting ketika melakukan investasi.”

Selain kepiawaian dalam menangani orang lain, catatan lain sebagai seorang pemodal ventura adalah semangat pantang menyerah. Pemodal mesti berjuang bersama tim startup hingga titik darah penghabisan. Optimisme dan kemampuan untuk terus mencoba strategi baru sangat diperlukan. Sebab selalu akan ada momen di mana rasa putus asa dan keinginan untuk menyerah muncul karena tidak melihat jalan keluar menuju keberhasilan.

“Tapi, saya tekankan untuk jangan menyerah. Anda harus mendorong diri Anda hingga hari terakhir, hingga berhasil.”

Selain itu, seorang investor juga perlu memiliki kesabaran untuk memberi waktu dan kesempatan bagi orang lain. Sebab, dalam investasi deep tech, banyak pekerjaan laboratorium yang tak segera terlihat hasilnya.

“Saya berbicara dengan berbagai tim ketika mereka bekerja di laboratorium dan berpikir bahwa sebagian besar waktu yang digunakan tidak segera menjadi uang atau menjadi produk, namun kami tetap memberi keleluasaan waktu. Kami melihat kesempatan apa yang bisa kita manfaatkan dari hasil penelitian mereka. Sehingga persoalannya, “Apakah Anda ingin memberikan waktu bagi startup yang dimodali? Yang kemungkinan dalam tiga atau lima tahun ke depan akan menjadi bisnis yang besar? Saya kira ini penting.”

LKYGBPC sosialisasikan minat kewirausahaan

Menurut Kei, Singapura memiliki kultur entrepreneurship yang kuat ketimbang Jepang. Hal ini mengejutkannya dan membuatnya tertarik untuk menggali lebih jauh ketika mendapat pelajaran entrepreneurship dalam proses mengambil gelar master di negara itu.

“Meski Jepang memiliki skala ekonomi yang lebih besar, namun warga di sini lebih konservatif ketimbang Singapura yang sangat agresif dengan entrepreneurship.”

Lewat kompetisi kewirausahaan seperti Lee Kuan Yew Global Business Plan Competition (LKYGBPC) menurut Kei berguna untuk terus memupuk jiwa kewirausahaan anak muda di Singapura dan berbagai belahan dunia. Selain itu, LKYGBPC juga memberi pengaruh ke berbagai universitas lain di dalam dan luar Singapura untuk ikut terlibat dalam pengembangan kewirausahaan.

Kompetisi ini juga menjadi sarana yang baik untuk mempertemukan startup dengan pemodal ventura. Sehingga, ia berharap program kompetisi ini bisa menjadi platform untuk melebarkan semangat entrepreneurship.

PARTNER

Qlik’s vision is a data-literate world, where everyone can use data and analytics to improve decision-making and solve their most challenging problems. A private company, Qlik offers real-time data integration and analytics solutions, powered by Qlik Cloud, to close the gaps between data, insights and action. By transforming data into Active Intelligence, businesses can drive better decisions, improve revenue and profitability, and optimize customer relationships. Qlik serves more than 38,000 active customers in over 100 countries.

PARTNER

CTC Global Singapore, a premier end-to-end IT solutions provider, is a fully owned subsidiary of ITOCHU Techno-Solutions Corporation (CTC) and ITOCHU Corporation.

Since 1972, CTC has established itself as one of the country’s top IT solutions providers. With 50 years of experience, headed by an experienced management team and staffed by over 200 qualified IT professionals, we support organizations with integrated IT solutions expertise in Autonomous IT, Cyber Security, Digital Transformation, Enterprise Cloud Infrastructure, Workplace Modernization and Professional Services.

Well-known for our strengths in system integration and consultation, CTC Global proves to be the preferred IT outsourcing destination for organizations all over Singapore today.

PARTNER

Planview has one mission: to build the future of connected work. Our solutions enable organizations to connect the business from ideas to impact, empowering companies to accelerate the achievement of what matters most. Planview’s full spectrum of Portfolio Management and Work Management solutions creates an organizational focus on the strategic outcomes that matter and empowers teams to deliver their best work, no matter how they work. The comprehensive Planview platform and enterprise success model enables customers to deliver innovative, competitive products, services, and customer experiences. Headquartered in Austin, Texas, with locations around the world, Planview has more than 1,300 employees supporting 4,500 customers and 2.6 million users worldwide. For more information, visit www.planview.com.

SUPPORTING ORGANISATION

SIRIM is a premier industrial research and technology organisation in Malaysia, wholly-owned by the Minister​ of Finance Incorporated. With over forty years of experience and expertise, SIRIM is mandated as the machinery for research and technology development, and the national champion of quality. SIRIM has always played a major role in the development of the country’s private sector. By tapping into our expertise and knowledge base, we focus on developing new technologies and improvements in the manufacturing, technology and services sectors. We nurture Small Medium Enterprises (SME) growth with solutions for technology penetration and upgrading, making it an ideal technology partner for SMEs.

PARTNER

HashiCorp provides infrastructure automation software for multi-cloud environments, enabling enterprises to unlock a common cloud operating model to provision, secure, connect, and run any application on any infrastructure. HashiCorp tools allow organizations to deliver applications faster by helping enterprises transition from manual processes and ITIL practices to self-service automation and DevOps practices. 

PARTNER

IBM is a leading global hybrid cloud and AI, and business services provider. We help clients in more than 175 countries capitalize on insights from their data, streamline business processes, reduce costs and gain the competitive edge in their industries. Nearly 3,000 government and corporate entities in critical infrastructure areas such as financial services, telecommunications and healthcare rely on IBM’s hybrid cloud platform and Red Hat OpenShift to affect their digital transformations quickly, efficiently and securely. IBM’s breakthrough innovations in AI, quantum computing, industry-specific cloud solutions and business services deliver open and flexible options to our clients. All of this is backed by IBM’s legendary commitment to trust, transparency, responsibility, inclusivity and service.

Send this to a friend